• Penyerahan Wisata Lebah Madu

    penyerahan wisata lebah madu dari bapak Syaiful Bahri (Kepala Desa Bajur) kepada bapak Ahmadi selaku kelompok tani agar dapat dikelola lebih baik dan lebih maju dalam pemasaran wisata lebah madunya. mahasiswa KKN 32 UTM me...

  • Penyuluhan Budi Daya Sapi Madura

    Desa Bajur memiliki sebuah kumpulan seorang yang memiliki sapi. Ada yang memelihara sapi digunakan untuk dimainkan dalam perlombaan, ada yang digunakan untuk berternak...

  • Ibu PKK (Pembinaan kesejahteraan Keluarga)

    Acara rutinan yang dilakukan oleh ibu PKK setiap bulan yang ditempatkan di kantor kepala desa Bajur. Perkumpulan ibu-ibu PKK ini dilakukan dengan...

  • Bakti Mengajar di SDN Bajur

    Semangat yang luar biasa dari KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik UTM 2017 yang pantang menyerah untuk selalu berkontribusi demi memajukan murid-murid di SDN Bajur...

  • Penyuluhan Pendidikan

    Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui...

  • Penyuluhan Pendidikan

    Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui...

KERAJINAN BAMBU UNTUK DESA BAJUR

  1. Kerajinan bambu untuk jam dinding
Kerajinan bambu dari Bajur. Kerajinan tradisional merupakan warisan leluhur yang sangat memiliki ciri khas. Di desa Bajur banyak sekali tumbuh menjulang pohon bambu yang sangat potensial untuk dijadikan kerajinan yang bisa menambah nilai ekonomi untuk masyarakatnya.
KKN 32 Universitas Trunojoyo Madura memiliki harapan agar dengan banyaknya potensi didesa Bajur dapat menambah kesejahteraan masyarakatnya dan dapat mengembangkan potensi sumberdaya manusia desa Bajur. Dengan potensi itu kami kelompok kkn 32 melakuan pemberdayaanmasyarakat dengan memberikan pendampingan untuk pelatian pembuatan kerajinan jam dinding dari bambu yang ada di desa Bajur. Memanfaatkan apa yang ada dengan optimal dan transparan. Jam dinding bambu ini cukup sederhana namun memiliki nilai klasik yang cukup baik. Dengan desain yang masih ada unsur-unsur alam dan tradisional. Dengan pendampingan ini diharapkan dapat menumbuhkan kreasi dan inovasi lebih lanjut untuk masyarakat desa Bajur.


  1. Kerajinan bambu untuk stup (sarang lebah madu)

Setup merupakan sebutan masyarakat desa bajur bagi tempat sarang lebah madu. Lebah madu yang berada di dalam setup adalah ratu lebah dan lebah pekerja. Penempatan dari lebah ini di bentuk dengan sedemikian rupa agar para lebah bisa membuat sarang alami mereka di dalam setup yang telah di sediakan. Setup memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran kurang lebih 30cm x 50cm. Setup memiliki isi di dalamnya berupa bingkai yang di susun dengan rapi agar sang lebah bisa membuat sarang alami diantara bingkai tersebut. Pembuatan setup di buat dari kayu pohon mangga, menurut para petani bahan kayu ini merupakan bahan yang mudah didapatkan. Setup biasanya diletakkan pada tiang berukuran 1,5m atau di gantung pada rumah warga pemilik lebah madu. selain setup ada lagi sarang lebah yang biasa digunakan oleh warga yakni brubukken yang terbuat dari kayu buah aren yang di bentuk atau potong gelondongan dengan ukuran kurang lebih 60cm.

3. Kerajinan bambu untuk lampion jam meja
Bonggol jagung mungkin dianggap limbah yang sudah tidak berguna bagi masyarakat. Namun dengan inovasi dan kreativitas yang ada limbah bonggol jagung bisa diubah menjadi kerajinan apa saja. Limbah bonggol jagung saat ini bisa di kreasikan berbagai macam kerajinan yakni salah satunya lampion. Kerajinan lampion dari bonggol jagung dibuat semenarik mungkin dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Kerajinan lampion bonggol jagung ini menggunakan bahan baku bonggol jagung yang sudah dibuang atau tidak terpakai. Pembuatan kerajinan lampion ini tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang cukup lama. Proses pembuatan kerajinan lampion ini mulai dari pengumpulan bonggol jagung, pengeringan sampai proses finishing.

Kerajinan ini bukan hanya memerlukan waktu yang lama tapi juga memerlukan kesabaran, keuletan dan kreatifitas dari perajinnya sendiri. Selain itu, kerajinan ini bisa membantu mengurangi limbah bonggol jagung yang berserahkan.

BUDAYA DAN PARIWISATA DESA BAJUR

Kebudayaan yang berada di beberapa dusun Desa Bajur yaitu dahulu terdapat beberapa kebudayaan seperti halnya di Dusun Klerker, Dusun Pandengkek, Dusun Gunung, Dusun Beranggun, Dusun Bajur dan Dusun Pondok seperti ludruk, pencak silat dan hadrah. Namun dengan seiringnya waktu dan zaman yang mulai berkembang para penerus kebudayaan tersebut mulai hilang dikarenakan minat dari pemuda dan pemudi berkurang dan lebih tertarik dengan barang modern seperti gadget. selain itu alasan dari hilangnya kebudayaan tersebut dikarenakan sesepuh kebudayaan ludruk, pencak silat dan hadrah sudah meninggal dan anak cucunya lebih memilih cara hidup yang modern. Namun budaya yang lain di Desa Bajur adalah masih kentalnya budaya selametan yang ada sering dilakukan oleh warga Desa Bajur seperti halnya acara selametan hari kelahiran seseorang dirayakan selayaknya seorang islam dengan pembacaan doa yang dihadiri para tetangga-tetangga terdekat.
Bukan hanya kebudayaan yang berada di Desa Bajur namun juga ada pariwisata yang cukup menarik dan indah untuk dikunjungi seperti halnya pemandangan hijau yang indah terbentang luas disepanjang jalan. Di Desa Bajur juga terdapat tempat untuk basecamp berkemah atau camping yang menyuguhkan keindahan pemandangan alam Desa Bajur yang memesona.  
Desa Bajur terkenal pula dengan agrowisata madunya yang tepatnya  terletak di Dusun Gunung. Tempat Pariwisata Madu ini dikelola oleh salah satu warga desa Bajur dusun Gunung yaitu, Bapak Ahmadi. Bapak Ahmadi dipercaya oleh warga desa setempat untuk mengelola tempat agrowisata tersebut, kemudian tempat tersebut disahkan dan dilakukan serah terima yang dilakukan oleh Kepala Desa Bajur.

Selain itu ada pula tempat pariwisata yang menyuguhkan pemandangan yang cukup memanjakan mata kita yaitu pemandangan dari atas ketinggian gunung, pemandangan desa sekitar yang ada di bawah desa Bajur memiliki daya tarik tersendiri.  Selain itu lebih indah apabila dipandang pada saat malam hari karena lampu-lampu yang bergemerlap yang berada di bagian darat bawah desa bajur terlihat seperti bintangbintang yang bertaburan dilangit, pastinya akan membuat kita yang melihatnya merasa kagum dengan keindahan Sang Maha Pencipta. Kelebihan dari Desa Bajur ini juga terletak pada sumber air yang digunakan, yaitu air yang digunakan oleh masyarakat Desa Bajur adalah asli dari air pegunungan yang segar, bersih dan asli dari sumber langsung yang mengalir dengan bantuan selang yang saling menyambung dari rumah warga satu ke rumah warga yang lain.

PENDIDIKAN DESA BAJUR


Pendidikan merupakan faktor penentu dalam penyebab informasi, sehingga di suatu desa yang tingkat pendidikannya kurang akan berpengaruh dalam perkembangan desa. Lain halnya di desa Bajur, pendidikan dianggap cukup sehingga dalam partisipasi pembangunan sangat tinggi. Untuk lebih jelasnya secara terperinci dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3. Data Penduduk Menurut Pendidikan
Buta Huruf
<SD
SD/MI
SLTP/ Mts
SLTA/MA
S1
S-2
1.023
1.256
1.563
1.002
1.072
65
2

Pendidikan di desa Bajur juga didukung sarana dan prasarana seperti 2 SD Negeri Bajur yang terdiri dari SD Negeri Bajur 2 dan SD Negeri Bajur 3, sedangkan sarana dan prasarana SMP/MI ada 6 antara lain MIS I Nurul Muta’allimin, MIS Ma’arif

11, MIS Miftahul Ulum, MIS Nasyiatul Ulum 1, MIS Nasyiatul ulum 2, dan MIS Nurul Islam 02,  SMA/MA/SMK/MAK masih belum ada. 

DEMOGRAFIS/KEPENDUDUKAN

Jumlah penduduk Desa Bajur 5.882 jiwa terdiri dari 3.561 laki- laki 2.321 wanita. Jumlah Kepala Keluarga 2.083 KK, dan Jumlah KK Miskin 1.852.
Tabel 2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
No
Usia
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah
Prosentase
1
0-4
140
129
435 Orang
9,67%
2
5-9
165
135
304 Orang
9,80%
3
10-14
155
140
295 Orang
10,02%
4
15-19
142
130
511 Orang
9,51%
5
20-24
114
108
690 Orang
7,16%
6
25-29
144
135
459 Orang
9%
7
30-34
133
125
567 Orang
8,32%
8
35-39
121
120
567 Orang
7,77%
9
40-44
106
110
567 Orang
6,96%
10
45-49
100
99
455 Oarng
6,41%
11
50-54
46
141
378 Orang
6,03%
12
55-58
61
50
288 Orang
3,58%
13
>59
145
122
247 Orang
7,96%
Jumlah
3561
2321
5.882 Orang 
100%


Dari data di atas, nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun di Desa Bajur sekitar 3.414 ataupun hampir 45,62%. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga Produktif dan SDM. Tingkat kemiskinan di Desa Bajur sangat tergolong tinggi. Dari jumlah 2.083 di atas sejumlah KK 1.052 tercatat sebagai Prasejahtera, 800 KK tercatat sebagai Sejahtera I, 508 KK  tercatat sebagai Sejahtera II, 432 KK tercatat sebagai Sejahtera III. Jika KK Golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK miskin , maka lebih 89,2% KK Desa Bajur adalah keluarga miskin.

PEREKONOMIAN DESA BAJUR

Perekonomian desa Bajur termasuk dalam kategori menengah kebawah. Namun, meskipun berada dalam kategori menengah kebawah, masyarakat Bajur tetap hidup bertetangga dengan damai dan rukun. Perekonomian masyarakat desa Bajur dapat dilihat dari mata pencaharian di desa tersebut, juga dapat diketahui di dalam Buku Induk Penduduk (BIP) desa Bajur yang berada di  kantor desa Bajur.

Perekonomian masyarakat desa Bajur pada delapan dusun rata-rata berprofesi sebagai petani, pekebun dan peternak. Maka dari itu, tidak dapat dipungkiri bahwa ratarata hasil bumi di setiap dusun tersebut melimpah seperti padi, jagung, tembakau, bayam, bambu, dll.

AGAMA DI DESA BAJUR

Desa Bajur merupakan salah satu desa yang memiliki dan menganut ajaran agama Islam yang masih kental karena hampir seluruh warga Desa Bajur Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan ini memeluk agama Islam. Seperti halnya suara adzan selalu terdengar dan berkumandang di setiap saat, selain itu terkadang di salah satu dusun yang berada di Desa Bajur yaitu Dusun Gunung terdapat Tahfid Qur’an.

Kentalnya agama Islam yang berada di Desa Bajur juga dapat dilihat dari salah satu kegiatan ibu-ibu pengajian yang berada di Desa Bajur, dimana ibu-ibu di Desa Bajur selalu melakukan pengajian rutin yang dilakukan pada setiap hari kamis malam jumat yang tempatnya selalu berpindah-pindah dari rumah warga satu ke rumah warga yang lain secara bergantian setiap minggunya. Dan bukan hanya itu setiap beberapa rumah juga terdapat mushalla kecil yang dimana setiap selesai sholat magrib anak-anak kecil selalu melakukan kegitan rutin seperti sholat magrib dan isa’ berjemaah, dan belajar mengaji.

HASIL BUMI DESA BAJUR

Desa Bajur adalah salah satu desa dari puluhan desa yang memiliki hasil bumi yang sangat melimpah. Desa Bajur juga terkenal dengan limpahan hasil bumi yang sangat banyak seperti halnya :
  1. Padi
Hasil padi di Desa Bajur sangat banyak dan melimpah, karna sepanjang jalan dan sejauh memandang mata kita disuguhkan hijau dan kuningnya warnawarna padi yang terhampar luas di samping kanan ataupun kiri jalan. Hasil panen padi biasanya di jual dan dikonsumsi untuk pribadi.
  1. Jagung
Hasil jagung yang ada di Desa Bajur juga sangat melimpah, karena bukan hanya padi di pinggiran jalan, kita juga disuguhkan dengan pemandangan luasnya dan banyaknya tumbuhan jagung yang ditanam oleh masyarakat sekitar. Hasil jagung tersebut biasanya di jual, di konsumsi sendiri dan tak jarang dijadikan sebagai makanan hewan seperti ayam atau burung dara oleh warga sekitar.
  1. Cabai Jamu
Cabai jamu juga salah satu hasil bumi yang melimpah yang berada di Desa Bajur. Masyarakat yang mayoritas petani sering menanam dipinggir-pinggir sawahnya dengan tumbuhan cabai jamu. Ada pula yang memang menanam cabai jamu di ladangnya. Biasanya hasil dari panen cabai jamu dijual langsung dan terkadang dijual secara kering pada pemasok. 
  1. Cabai Rawit
Selain cabe jamu, cabe rawit juga salah satu komoditas yang tidak pernah lepas dari petani di desa Bajur. 

  1. Bambu
Bambu di Desa Bajur kebanyakan tumbuh liar di pinggir jalan dan tepi sungai. Bambu ini banyak dimanfaatkan oleh penduduk Desa Bajur sebagai bahan bangunan dan kerajinan, dan tidak jarang bambu ini dijual ke penduduk yang membutuhkannya. 


  1. Bayam
Sayuran hijau ini banyak tumbuh di pekarangan warga. Warga sekitar menyebutnya dengan “Tarnyak” dalam bahasa Madura. Salah satu sayur yang berdaun lebar ini sering diolah sebagai sayuran pendamping ketika makan. Karena hanya diolah seperti biasa, ketika mahasiswa KKN UTM kelompok 32 mengadakan pelatihan pembuatan keripik bayam, warga sangat antusias dan penasaran bagaimana jika bayam tersebut digoreng dan dijadikan keripik. 
Selain potensi-potensi dan kekayaan alam yang telah disebutkaan di atas, masih banyak lagi hasil bumi dari Desa Bajur seperti pisang, tembakau, kacang-kacangan dan lain-lain.


SEJARAH DESA BAJUR

       
Desa Bajur berasal dari kata “ BAJUR” dimana kata bajur tersebut berasal dari  pohon besar yang bernama “BAJUR” yang terdapat di desa bajur. Dari sinilah awal mulanya nama desa bajur tercipta. Dilihat dari daerahnya, memang Desa Bajur ini merupakan desa yang sangat luas wilayahnya. Terdiri dari 8 Dusun dan merupakan daerah perbukitan yang bersemak belukar. Di desa bajur ini dulunya dikenal sebagai tempat orang yang memiliki kewibawaan tinggi serta kedigdayaan, sehingga masyarakat sekitar sering menyebut desa Bajur adalah singkatan dari kata “Baik dan Jujur”.
Seorang pemimpin desa biasa disebut kepala desa seperti yang kita kenal saat ini. Dari masa berdirinya sampai sekarang, desa bajur telah mengalami beberapa pergantian seorang pemimpin desa/kepala desa. Adapun kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut:
1.    Kades Abdul Mukti
2.    Kades Kasmito
3.    Kades Tuki
4. Kades Taryo               1987 s/d 1995
5. Kades H. Sinal            1995 s/d 2003
6. Kades Saiful Bahri      2003 s/d 2008
7. Kades Zainal               2008 s/d 2015
8. Kades Saiful Bahri      2016 s/d 2021

Adapun struktur organisasi pemerintah desa bajur memiliki kondisi keberadaan rukun tetangga. Sebagai bagian dari satuan Wilayah Pemerintahan Desa Bajur yang memiliki fungsi sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya. Dari kumpulan rukun tetangga inilah sebuah padukuhan terbentuk.

WEB BLOG DESA BAJUR

           
Salah satu Peogram Kerjanya kelompok KKN (Kuliah kerja Nyata) 32 Universitas Trunojoyo Madura adalah membuat blog desa. Blog desa ini digunakan untuk mempermudah dan menyebarluaskan segala informasi yang ada di desa ini dengan cepat.

Lebih jelasnya langsung kita bisa lihat langsung di Bajur Pamekasan ini.

TAMU KE BASE CAMP



Selama KKN di Ds. Bajur, Kec. Waru, Kab. Pamekasan kami tinggal di rumahnya bapak Syaiful Bahri selaku Kepala Desa Bajur. Kami tinggal dirumah yang satunya yang biasanya memang digunakan untuk tamunya. Rumah yang kami tempati cukup strategis dekat dengan balai desa Bajur dan warga sekitar sehingga kami mudah untuk berkomunikasi dengan warga. Kami merasa senang dengan warga disekitar sini karena menyambut kami dengan segan.
Pada hari Senin, 23 Januari 2017 bapak Fahrudin selaku DPL (Dosen Pembimbing Lapang) beserta istrinya secara tiba-tiba mengucap salam di base camp kami. Sebenarnya ketika bapak Fahrudin sudah memberitahu Aby Zain (Kordes KKN 32) bahwa beliau akan bertamu kesini dan posisi saat itu masih di pamekasan kota, tetapi Aby Zain tidak mebuka handphone jadi tidak tahu. Kondisi seperti ini cukup mengaketkan bagi kami yang sedang ada di base camp.
Pada hari Kamis, 19 Januari 2017 bapak Muhammad Mukid selaku Polsek Waru datang kesini secara tiba-tiba juga. Tujuan kesini yaitu untuk sambang juga sekaligus ingin tahu bagaimana kondisi di tempat dan kondisi mahasiswanya. Beliau datang sendiri tidak bersama rekan kerjanya. Ketika beliau datang kesini seakan-akan kami sudah serasa dekat.
Selasa dan Rabu, 17  dan 18 Januari 2017 Muhammad Nur selaku Kasi pemerintahan datang ke base camp untuk sambang. Sebenarnya tidak di hari Selasa dan Rabu saja pak Nur datang sambang ke kami. Setiap hari siang dan malam pak nur bisa sambang tetapi tidak menulis absensi peserta kami. Bahkan sampai jam malam pun pak Nur ikut begadang bersama kami yang tentunya bersama dengan yang laki-lakinya saja. Kedatangan pak Nur selalu hangat karena pak Nur selalu mengajak untuk bersenda gurau.

Tidak hanya itu saja tamu undangan kami, sebenarnya banyak seperti warga biasa, salah satu keluarga peserta KKN 32 sambang juga, termasuk juga bapak Syaiful Bahri. Intinya base camp kami tidak selalu kosong tamunya.

BUDAYA ULANG TAHUN DI DESA BAJUR

Sebagian orang menjadikan peringatan hari ulang tahun atau anniversary sebagai moment yang tidak boleh terlewatkan. Pertambahan usia diyakini akan menjadi motivasi, supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah kenapa nuasa harapan dan doa sangat kental mendominasi perayaan hari ulang tahun.
Di desa Bajur ketika mendapati anak atau orang yang tanggal saat itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya, biasanya dirayakan dengan cara selametan. Cara orang selametan disini dirayakan dengan mendoakannya dan dibacakan yasin dan tahlil beserta doa-doa sesuai budaya mereka. Kemudian disuguhi dengan makanan ringan seperti cemilan dan makanan berat seperti nasi. Ditambah lagi dibuatkan satu mangkuk yang berisi air dan enam macam bunga seperti bunga melati, bunga mawar, bunga dan sebagainya yang ada di sekitarnya. Sebenarnya tidak harus ada 6 macam bunga saja tetapi minimal ada 3 macam. Biasanya di desa Bajur ini kepada yang mendapati ulang tahun dibuatkan makanan khusus yaitu nasi putih dan diberi setengah telur.
Sebenarnya tidak hanya itu saja cara/proses dari tradisi ulang tahun di desa Bajur ini. Jikalau keluarga mereka mampu merayakan ulang tahun dengan memberikan sebuah kue maka bisa saja kita menyelipi kue di setelah membaca doa. Begitu juga sebaliknya, jikalau keluarga mereka yang tidak mampu merayakan seperti di perkotaan maka cukup dengan memberikan doa melalui selametan saja.
Setelah selesai pembacaan doa dan makan-makan, air yang di isi dengan 6 macam bunga itu di usapkan ke kepala setiap orang yang mendoakan maksudnya adalah air tersebut sudah ada doanya agar selamat. 6 macam bunga itu terserah kita dan tidak ada keharusan yang spesifik untuk nama bunganya.
Setelah berbincang-bincang dengan warga sekitar terutama kepada orang yang saat itu ada ulang tahun anaknya bapak Syaiful Bahri katanya ini adalah tradisi nenek moyang kita jaman dahulu. Untuk mengenai arti dan maksud dari setiap cara/proses ulang tahun tadi masih belum mengetahui secara pasti. Mereka hanya mengikuti caranya nenek moyang terdahulu.
Tradisi ulang tahun dengan cara seperti ini jauh lebih bagus dari pada dengan cara anak di jaman sekarang seperti melempar tepung, melempar telur, menyiram dengan air begitu juga yang lainnya. Tidak ada salahnya kalau merayakannya tanpa doa tetapi hanya dengan memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang sekitar.




MALAM INAGURASI BERSAMA WARGA DESA BAJUR

Selamat datang di desa Bajur dengan acara malam inagurasi KKN 32 UTM
Pada hari Sabtu, 18:00 WIB 04 Februari 2017 apa yang dilakukan oleh kelompok KKN 32 UTM? Malam inagurasi? Apa yang dilakukan selama malam itu? Bagaimana reaksi masyarakat terhadap malam inagurasi tersebut? Dan bagaimana ceritanya selama malam itu?
Pada malam itu kami mengundang masyarakat melalui kepala desa kemudian melalui kepala dusunnya tanpa menghubungi masyarakatnya langsung. Desa bajur yang sangat luas itu tidak mungkin di datangi satu per satu karena jaraknya juga sangat jauh dan juga jalannya yang kurang mendukung. Masyarakat yang kami undang diantaranya Kepala Desa, Kepala Dusun, Kasi, Kaul, kelompok tani dan masyarakat. Kelompok tani di undang juga karena pada saat malam itu juga ada penyerahan tempat wisata lebah madu kepada ketua kelompok tani. Acara ini juga dihadiri oleh pengawas dari kepolisian Pakong.
Selama acara berlangsung acara ini dihadiri  oleh 48 orang dari desa Bajur yang tercatat, namun ada juga yang belum tercatat karena belum sempat diminta untuk absen.
Mengenai runtutan acara ini seperti halnya di acara-acar yang lainnya. Disini dimulai dengan sambutan-sambutan kemudian langsung pembacaan Yasin dan doa tahlil, selanjutnya yaitu doa dan penyerahan cinderamata kepada kepala desa Bajur dan mengucapkan terima kasih banyak atas layanan kami selama ini dilanjutkan penyerahan wisata lebah madu kepada ketua kelompok tani yaitu bapak Abidin untuk menjaga dan melanjutkan wisata tersebut dari kepala desa Bajur dan yang terakhir yaitu penampilan dari beberapa kelompok ngaji di desa Bajur.
Ada warga yang datang tetapi tidak ditempat duduk yang telah disediakan oleh panitia KKN, melainkan duduk di teras rumah warga. Mereka tahu dan mengikuti runtutan acaranya. Ketika penampilan dari kelompok ngaji dimulai warga tersebut mulai mendekat.

Ahamdulillah selama acara malam inagurasi berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan, cuaca yang cerah dan didukung oleh kedatangan warga masyarakat. orang-orang yang hasir dalam malam inagurasi ini menikmati ketika penyampaian dari sie acara beserta sambutan-sambutan dan penampilan dari kelompok ngaji termasuk juga hidangan yang diberikan.
























WISATA LEBAH MADU

Sekamat datang di desa Bajur dengan program kerja pemasaran wisata lebah madu
Madu merupakan salah satu potensi hasil alam yang ada di desa bajur. Madu menjadi sumber mata pencaharian lain di samping pertanian seperti padi, singkong dan jagung. Madu menjadi produk unggulan desa bajur, madu bajur sudah terkenal di daerah pamekasan kota, bahkan pembeli sendiri bukan hanya berasal dari pulau madura saja, namun juga dari luar pulau madura seperti pulau jawa, jakarta, batam, hingga papua. Pembeli yang tertarik membeli madu karena madu dari desa bajur terkenal dengan keasliannya tanpa ada campur tangan manusia dalam pemberian pakan, melainkan lebah sendiri yang mencari dari bunga-bunga disekitar daerah pegunungan dan persawahan.
Dusun pandengklek dan dusun gunung merupakan area konsntrasi para petani madu, karena di dua area tersebut banyak para petani madu terpusat. Para petani menaruh lebah-lebah di dalam tempat yang dinamakan dengan “setup” berbentuk persegi kotak yang terbuat dari kayu pohon mangga, dan juga “brubbuken” berbentuk silinder yang terbuat dari kayu pohon aren. Peletakkan dari tempat sarang lebah madu ini di tempatkan dirumah-rumah warga.
Masa panen madu berada di bulan september dan oktober, sedangkan masa mulai pemasangan tempat setup atau brubbuken berada di bulan maret, april, dan mei. Dalam satu kali panen biasanya petani memperoleh empat hingga lima botol madu ukuran 600 ml dalam satu setup. Untuk harga perbotol ketika musim panen tiba berkisar antara 300rb hingga 400rb, namun jika musim madu lewat harga bisa melonjak tajam hingga berkisar di harga 800rb perbotol.
Kelompok KKN UTM 32 ditempatkan dan diberangkatkan pada bulan januari hingga februari awal selama 26 hari. Ketika kelompok KKN UTM 32 tiba, masa panen madu sudah lewat sehingga kelompok kesulitan untuk menemukan madu. Saat kelompok KKN UTM 32 turun dan meninjau ke lapangan ternyata yang menjadi kesulitan para petani madu sekarang ini adalah masalah pakan lebah dan tempat lebah. Pakan yang biasanya dari sari bunga ketika musim penghujan menjadi kendala besar karena bunga sulit untuk tumbuh, dan juga ketika musim penghujan banyak lebah yang mati karena lebah terkena hujan. Untuk segi pemasaran tidak ada masalah di dalam pemasaran madu karena pada saat jauh hari sebelum panen madu, sudah banyak orang yang memesan madu tersebut.
Oleh sebab itu kelompok KKN UTM 32 mempunya ide untuk memasarkan madu dalam sisi lainnya yakni “wisata lebah madu”. Pemilihan gagasan ini karena perlu adanya tempat untuk menjadi sentral penempatan sarang lebah, sehingga lebah bisa berada dikawasan yang dekat dengan pakan mereka sehingga jarak anatara pakan dengan sarang mereka bisa di capai dengan mudah, hasilnya jika musim penghujan tiba maka bisa me minimalisasi kematian dari lebah pekerja. Untuk penempatan wisata lebah berada di kaki bukit di dusun gunung, di pilih karena tempatnya masih asri dan dekat dengan bunga-bunga yang biasanya menjadi pakan mereka. Pada kawasan ini kami buat tempat semanarik mungkin dengan ada hiasan untuk mencari photo pengunjung, lalu tempat duduk, dan tak lupa juga untuk tempat sarang dari para lebah nya kami susun dan kami hias sedemikian rupa sehingga dapat menarik para pengunjung unutk datang, sedangkan untuk perkembangan ke depannya bisa di tanami bunga-bunga dan juga kolam yang ditempatkan disisi dari kawasan tersebut.
Harapan besar kami dengan adanya ini dapat menjadi wisata lain dari madu dan dapat memajukkan perekonomian warga desa bajur dengan adanya tempat wisata lebah madu ini.