BUDAYA ULANG TAHUN DI DESA BAJUR

Sebagian orang menjadikan peringatan hari ulang tahun atau anniversary sebagai moment yang tidak boleh terlewatkan. Pertambahan usia diyakini akan menjadi motivasi, supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah kenapa nuasa harapan dan doa sangat kental mendominasi perayaan hari ulang tahun.
Di desa Bajur ketika mendapati anak atau orang yang tanggal saat itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya, biasanya dirayakan dengan cara selametan. Cara orang selametan disini dirayakan dengan mendoakannya dan dibacakan yasin dan tahlil beserta doa-doa sesuai budaya mereka. Kemudian disuguhi dengan makanan ringan seperti cemilan dan makanan berat seperti nasi. Ditambah lagi dibuatkan satu mangkuk yang berisi air dan enam macam bunga seperti bunga melati, bunga mawar, bunga dan sebagainya yang ada di sekitarnya. Sebenarnya tidak harus ada 6 macam bunga saja tetapi minimal ada 3 macam. Biasanya di desa Bajur ini kepada yang mendapati ulang tahun dibuatkan makanan khusus yaitu nasi putih dan diberi setengah telur.
Sebenarnya tidak hanya itu saja cara/proses dari tradisi ulang tahun di desa Bajur ini. Jikalau keluarga mereka mampu merayakan ulang tahun dengan memberikan sebuah kue maka bisa saja kita menyelipi kue di setelah membaca doa. Begitu juga sebaliknya, jikalau keluarga mereka yang tidak mampu merayakan seperti di perkotaan maka cukup dengan memberikan doa melalui selametan saja.
Setelah selesai pembacaan doa dan makan-makan, air yang di isi dengan 6 macam bunga itu di usapkan ke kepala setiap orang yang mendoakan maksudnya adalah air tersebut sudah ada doanya agar selamat. 6 macam bunga itu terserah kita dan tidak ada keharusan yang spesifik untuk nama bunganya.
Setelah berbincang-bincang dengan warga sekitar terutama kepada orang yang saat itu ada ulang tahun anaknya bapak Syaiful Bahri katanya ini adalah tradisi nenek moyang kita jaman dahulu. Untuk mengenai arti dan maksud dari setiap cara/proses ulang tahun tadi masih belum mengetahui secara pasti. Mereka hanya mengikuti caranya nenek moyang terdahulu.
Tradisi ulang tahun dengan cara seperti ini jauh lebih bagus dari pada dengan cara anak di jaman sekarang seperti melempar tepung, melempar telur, menyiram dengan air begitu juga yang lainnya. Tidak ada salahnya kalau merayakannya tanpa doa tetapi hanya dengan memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang sekitar.




0 komentar: