Penyuluhan Budi Daya Sapi Madura

Selamat datang di SDN BAJUR dengan program kerja penyuluhan budi daya sapi madura
penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Perkembangan usaha peternakan di Indonesia dibagi menjadi beberapa tipologi, diantaranya usaha tani peternakan sebagai usaha sambilan dan hanya untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Usaha tani ternak sapi potong di Indonesia sebagian besar (90%) dilakukan oleh peternak tradisional, sehingga masih sering ditemukan kinerja produksi dan produktivitas yang masih perlu ditingkatkan.
Kegiatan penyuluhan memiliki banyak manfaat memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha, mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi dan sumberdaya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya; miningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha; membantu pelaku utama dan pelaku usaha dalam menumbuh kembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik dan berkelanjutan; membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usaha; menumbuhkan kesadaran pelaku utama dan pelaku usaha terhadap kelestarian fungsi lingkungan; serta melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang maju dan modern bagi pelaku utama secara berkelanjutan.
Desa Bajur memiliki sebuah kumpulan seorang yang memiliki sapi. Ada yang memelihara sapi digunakan untuk dimainkan dalam perlombaan, ada yang digunakan untuk berternak, ada yang diperjual belikan dan ada juga yang memelihara untuk orang lain. Tidak sedikit orang yang mengalami kerugian dari memelihara sapi dan tidak sedikit pula masyarakat desa Bajur yang mengalami keuntungan dalam bidang sapi ini. Kumpulan orang yang memiliki banyak tujuan maka perlu diadakan penyuluhan terutama dibidang sapi.
Kegiatan penyuluhan tentang sapi ini dimulai pada jam 10:00 WIB hari Senin, 30 Januari 2017. Meskipun ada kendala sedikit mengenai pemulaian acara tidak sesuai rencana yang terpenting semua peserta sangat antusias atas penyuluhan ini.
Kegiatan sederhana ini ditempatkan di Pangdengkek  desa Bajur yang bertepat di mushollahnya bapak Samat selaku Pamong dusun Gunung dengan ketua kelompok tani yaitu bapak Mukhlasim? Tempat yang bisa dibilang tidak begitu luas seperti gedung resmi layaknya aula besar namun setiap peserta sangat antusias untuk ingin mengetahui materi dari yang disampaikan oleh pematerinya.
Kegiatan kecil-kecilan yang sederhana ini dihadiri oleh bapak Rodi Haryanto selaku Kepala Dinas Peternakan Kecamatan  sekaligus pemateri, bapak Fathor selaku Kepala Kecamatan Waru, bapak Syaiful Bahri Kepala Desa Bajur beserta  pamong dusun Pangdengkek, begitu juga bapak pengawas dengan dihadiri oleh 39 orang/peserta/peternak sapi dari desa Bajur. Jadi total orang yang ada dalam kegiatan ini sekitar 50-60’an karena ditambah dengan masyarakat sekitar yang turut membantu melancarkan dan meramaikan acara ini.
Selama acara penyuluhan sapi ini menggunkan banyak sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana tersebut seperti: Tempat acara, menggunakan mushollah bapak Mukhlasim selaku pamong dusun Gunung; Sound sistem, equalizer, proyektor beserta LCDnya, microfon, kabel listrik, pinjam milik warga; dan Konsumsi, mendapatkan sumbangan dari warga yang tentu selama proses tersebut melalui proses perijinan terlebih dahulu.
Ketika acara dimulai suasananya antara masyarakat dengan tamu undangan itu aktif. Pemateri menjelaskan banyak dan peserta banyak bertanya pula. Sehingga suasana ketika acara sangat seru terutama ketika pas penampilan foto tentang sapi. Kami mendapatkan apresiasi dari banyak bapak yang mengucapkan kepada kami, tentunya sangat bernilai positif. Kata-kata seperti itu membuat kami merasa bangga meskipun memiliki kendala sebelum dan sesudah kegiatan. Dan akhirnya kami hanya bisa memberikan kegiatan seperti penyuluhan sapi ini. Sebenarnya kami berharap sepulang dari desa Bajur ini warga desa bajur yang memelihara sapi ini sadar akan berharga dan pentingnya budi daya sapi asli madura jika dibandingkan dengan lainnya.

Kami sebagai mahasiswa mengucapkan berterima kasih kepada seluruh warga yang bekerjasama dengan penyuluhan ini. Tanpa antusias dari warga kita semua bagaikan tidak ada artinya dalam segala hal.



























0 komentar: