WISATA LEBAH MADU

Sekamat datang di desa Bajur dengan program kerja pemasaran wisata lebah madu
Madu merupakan salah satu potensi hasil alam yang ada di desa bajur. Madu menjadi sumber mata pencaharian lain di samping pertanian seperti padi, singkong dan jagung. Madu menjadi produk unggulan desa bajur, madu bajur sudah terkenal di daerah pamekasan kota, bahkan pembeli sendiri bukan hanya berasal dari pulau madura saja, namun juga dari luar pulau madura seperti pulau jawa, jakarta, batam, hingga papua. Pembeli yang tertarik membeli madu karena madu dari desa bajur terkenal dengan keasliannya tanpa ada campur tangan manusia dalam pemberian pakan, melainkan lebah sendiri yang mencari dari bunga-bunga disekitar daerah pegunungan dan persawahan.
Dusun pandengklek dan dusun gunung merupakan area konsntrasi para petani madu, karena di dua area tersebut banyak para petani madu terpusat. Para petani menaruh lebah-lebah di dalam tempat yang dinamakan dengan “setup” berbentuk persegi kotak yang terbuat dari kayu pohon mangga, dan juga “brubbuken” berbentuk silinder yang terbuat dari kayu pohon aren. Peletakkan dari tempat sarang lebah madu ini di tempatkan dirumah-rumah warga.
Masa panen madu berada di bulan september dan oktober, sedangkan masa mulai pemasangan tempat setup atau brubbuken berada di bulan maret, april, dan mei. Dalam satu kali panen biasanya petani memperoleh empat hingga lima botol madu ukuran 600 ml dalam satu setup. Untuk harga perbotol ketika musim panen tiba berkisar antara 300rb hingga 400rb, namun jika musim madu lewat harga bisa melonjak tajam hingga berkisar di harga 800rb perbotol.
Kelompok KKN UTM 32 ditempatkan dan diberangkatkan pada bulan januari hingga februari awal selama 26 hari. Ketika kelompok KKN UTM 32 tiba, masa panen madu sudah lewat sehingga kelompok kesulitan untuk menemukan madu. Saat kelompok KKN UTM 32 turun dan meninjau ke lapangan ternyata yang menjadi kesulitan para petani madu sekarang ini adalah masalah pakan lebah dan tempat lebah. Pakan yang biasanya dari sari bunga ketika musim penghujan menjadi kendala besar karena bunga sulit untuk tumbuh, dan juga ketika musim penghujan banyak lebah yang mati karena lebah terkena hujan. Untuk segi pemasaran tidak ada masalah di dalam pemasaran madu karena pada saat jauh hari sebelum panen madu, sudah banyak orang yang memesan madu tersebut.
Oleh sebab itu kelompok KKN UTM 32 mempunya ide untuk memasarkan madu dalam sisi lainnya yakni “wisata lebah madu”. Pemilihan gagasan ini karena perlu adanya tempat untuk menjadi sentral penempatan sarang lebah, sehingga lebah bisa berada dikawasan yang dekat dengan pakan mereka sehingga jarak anatara pakan dengan sarang mereka bisa di capai dengan mudah, hasilnya jika musim penghujan tiba maka bisa me minimalisasi kematian dari lebah pekerja. Untuk penempatan wisata lebah berada di kaki bukit di dusun gunung, di pilih karena tempatnya masih asri dan dekat dengan bunga-bunga yang biasanya menjadi pakan mereka. Pada kawasan ini kami buat tempat semanarik mungkin dengan ada hiasan untuk mencari photo pengunjung, lalu tempat duduk, dan tak lupa juga untuk tempat sarang dari para lebah nya kami susun dan kami hias sedemikian rupa sehingga dapat menarik para pengunjung unutk datang, sedangkan untuk perkembangan ke depannya bisa di tanami bunga-bunga dan juga kolam yang ditempatkan disisi dari kawasan tersebut.
Harapan besar kami dengan adanya ini dapat menjadi wisata lain dari madu dan dapat memajukkan perekonomian warga desa bajur dengan adanya tempat wisata lebah madu ini.



























0 komentar: